HAKIKAT BELAJAR, MENGAJAR, DAN PEMBELAJARAN

Untuk mengetahui suatu sesi pembelajaran aktif itu efektif atau tidak, maka terlebih dahulu kita harus memahami hakikat atau pengertian dari pembelajaran. Berangkat dari hakikat pembelajaran ini maka kita akan dapat membuat sebuah parameter bagi efektivitas sesi pembelajaran di kelas.

Belajar adalah proses untuk mengubah diri dari tidak tahu menjadi tahu, dari belum bisa menjadi bisa, dari belum terampil menjadi terampil dan mahir. Sedangkan mengajar sendiri adalah upaya mentransformasi orang lain, yakni peserta didik, agar menjadi tahu, bisa, terampil, dan mahir. Bila belajar dan mengajar digabungkan dalam satu aktivitas bersama maka hal ini disebut sebagai kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran = belajar + mengajar

Pembelajaran itu sendiri secara konsep dasarnya adalah pertemuan atau persenyawaan antara aktivitas murid belajar dan guru sedang mengajar. Secara hakikat, pembelajaran adalah proses peningkatan kemampuan baik di ranah kognitif, afektif, dan juga ranah keterampilan melalui aktivitas interaksi antar-elemen pembelajaran. Elemen pembelajaran yang dimaksud ada tiga, yakni guru, siswa, dan media atau sumber belajar. Apabila terjadi interaksi yang sempurna antara ketiganya, maka itulah yang disebut dengan pembelajaran aktif.

Interaksi belajar-mengajar atau interaksi pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bersifat interaktif dari berbagai komponen untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan pembelajaran. Tanpa adanya interaksi, maka tidak akan ada proses belajar.

Pembelajaran yang sempurna setidaknya memiliki delapan tipe interaksi yang intensif, yakni:

  • Interaksi antara guru dan siswa;
  • Interaksi antara guru dan sumber belajar;
  • Interaksi antara setiap individu siswa langsung dengan media dan sumber belajarnya;
  • Interaksi antara individu siswa dengan individu siswa yang lain;
  • Interaksi antara guru dan kelompok siswa;
  • Interaksi antara individu siswa dengan kelompoknya;
  • Interaksi kelompok dengan sumber dan media belajarnya;
  • Interaksi antara kelompok dengan kelompok lain.

Apabila pembelajaran aktif dapat berlangsung dengan baik, maka guru harus memastikan bahwa kedelapan tipe interaksi tersebut harus benar-benar terlaksana semua. Interaksi yang terbangun harus benar-benar berada dalam lingkup kegiatan belajar yang bermakna, maka membangun ragam interaksi ini harus dengan metode pembelajaran yang tepat.

Interaksi ini sangat erat kaitannya dengan metode pembelajaran, sebab interaksi ini hanya bisa muncul bila guru memfasilitasinya dengan suatu metode pembelajaran. Sehingga, semakin banyak guru menggunakan metode pembelajaran, maka dalam sesi tersebut akan semakin banyak membangun interaksi antar-elemen pembelajaran. Misalkan saja metode bermain peran secara berkelompok, maka metode ini akan dapat membangun interaksi antara individu siswa dengan kelompok.

PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA SISWA

Setidaknya ada dua pendekatan dalam sistem pengajaran modern saat ini, yakni pembelajaran berpusat pada guru (teacher-centered learning) dan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Pada pembelajaran berpusat pada siswa, indikator keberhasilan pembelajaran dapat dilihat pada sejauh mana siswa dapat menyerap informasi lebih banyak dari pengajaran gurunya. Dengan demikian, pendekatan ini lebih berorientasi pada faktor kognitif siswa.

Adapun pada pembelajaran berpusat pada siswa, guru lebih ditempatkan sebagai fasilitator dan siswa diharapkan bisa mengonstruksi sendiri kemampuan dirinya berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kompetensi siswa, baik dari sisi kognitif, afektif, dan psikomotor, akan lebih terlihat atau semakin teruji pada pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa.

TAHAPAN PROSES PEMBELAJARAN AKTIF

Para guru hendaknya dapat melakukan kegiatan pembelajaran yang sistematis agar efektif dalam mencapai indikator dan tujuan yang telah ditetapkan. Tahapan pembelajaran ini dirancang sesuai dengan cara berpikir peserta didik dan mendorong terlaksananya pembelajaran aktif (PAIKEM) di kelas.

Tahapan pembelajaran adalah urutan prosedur pembelajaran yang diupayakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran atau mengorganisasikan kegiatan belajar mengajar. Tahapan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan besar, yakni pembukaan, inti, dan penutupan. Bila dikembangkan lagi, maka tiga tahapan tersebut dapat dipecah lagi menjadi sembilan proses, yaitu:

  1. 1.      Pembukaan
  2. a.      Apersepsi. Sebelum pembelajaran dimulai, terlebih dahulu guru mencoba untuk membangkitkan pengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa agar bisa dikaitkan atau relevan dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari. Diupayakan guru bisa secara kreatif memberikan apersepsi agar siswa dapat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran.
  3. b.      Tujuan. Guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran sehingga siswa paham tentang manfaat dan esensi dari materi ajar.
  4. c.       Motivasi. Siswa diberikan penguatan agar siap dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan dilangsungkan.

2.      Kegiatan Inti

  1. a.      Eksplorasi. Baik secara individu ataupun berkelompok, siswa difasilitasi untuk melakukan proses penemuan terhadap berbagai informasi tentang materi pembelajaran. Siswa diharapkan secara mandiri dapat belajar langsung dari sumber belajar yang bersifat kontekstual atau dekat dengan dunia nyata.
  2. b.      Elaborasi. Setelah siswa mendapatkan informasi pelajaran secara mandiri, guru mengulasnya kembali secara bersama-sama dengan siswa sambil menambahkan beberapa informasi pendukung.
  3. c.       Konfirmasi. Guru selanjutnya memberikan umpan balik kepada siswanya agar mereka secara komprehensif dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

3.         Penutup

    1. a.      Konklusi. Di akhir pembelajaran, guru merangkum dan mengulas kembali secara singkat materi yang telah dipelajari oleh siswa.
    2. b.      Refleksi. Untuk memastikan semua siswa telah mencapai kompetensi yang diharapkan, maka guru memberikan sejumlah tes untuk mengevaluasi hasil belajar siswa.
    3. c.       Informasi. Guru memberikan penugasan kepada siswa dalam bentuk pemberian pekerjaan rumah (PR), atau dengan memberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

Agung Pardini

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s